Aku datang ke Al Hikmah dengan
pengetahuan agama yang sangat minim. Sejak pertama aku masuk, aku terus belajar
dan terus berbenah apa yang menjadi kekuranganku selama ini. Aku tak pernah
merasa malu, untuk apa malu? Aku belajar mengenai kebaikan, ilmu agama, dan
yang akan aku ajarkan kepada murid-muridku dan masyarakat luas. Aku tak perlu
malu, semua memang harus dimulai dari nol dan itu tidaklah mudah. Aku hanya
perlu berjuang lebih keras dari biasanya, dan istiqomah dalam setiap kendala
yang ku hadapi. Insyaallah akan ada jalan bagiku.
Di liburan semester kali ini kami
selaku mahasiswa mendapatkan tugas KKN yang mana salah satunya adalah mengajar
di TPQ. Dengan kemampuanku yang seperti ini? Tak perlu khawatir Dhani, kamu
hanya perlu menerapkan apa yang telah kamu dapatkan selama ini. Ya, aku pasti
bisa. Sejak awal aku telah bertekad untuk selalu berusaha dan pantang menyerah.
Percaya dengan apa yang dimiliki, terus berusaha dan berdoa. Ini akan menjadi
pengalaman pertama yang mengesankan, aku mengajar sekaligus belajar. Atau
mungkin lebih tepatnya aku masih dalam tahap belajar.
Melihat anak-anak belajar mengaji
aku kembali teringat dengan diriku beberapa bulan yang lalu, dimana diriku
berjuang keras untuk bisa mengaji. Jujur aku sangat berterimakasih pada Ustadz
Orthio yang dengan sabar mengajariku. Belajar dari nol, sekali lagi aku belajar
dari nol. Alhamdulillah setelah beberapa bulan, aku merasakan perbedaan yang
cukup signifikan. Ini semua karena usaha dan kerja kerasku beserta doa-doa yang
terus aku panjatkan setiap saat khususnya setelah salat.
Aku mengajari anak-anak persis
ssperti bagaimana aku belajar mengaji beberapa bulan yang lalu, aku juga
memberikan motivasi kepada mereka untuk tidak mudah menyerah. Selain karena
usaha, kemauan dan doa, motivasi juga cukup penting dalam proses belajar.
Karena dengan adanya motivasi akan timbul lecutan semangat pada anak didik
sehingga ia akan lebih berusaha untuk mencapai tujuannya yaitu membaca Al-
Qur’an secara tartil.
Sungguh ini menjadi pengalaman yang
sangat berharga dan tak terlupakan. Berbagi cerita dan canda tawa dengan
mereka. Memberikan motivasi dan semangat. Sungguh ini merupakan sesuatu yang
akan membekas dalam ingatanku. Disaat aku masih dalam tahap belajar mengaji,
aku pun juga harus mengajari anak-anak untuk mengaji.
Komentar
Posting Komentar